Saat jadwal konstruksi sudah berjalan, durasi pengurusan Andalalin sering menjadi pertanyaan pemilik proyek. Berapa lama surveinya? Kapan dokumen selesai? Berapa lama sampai mendapat persetujuan?
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua proyek. Waktunya dipengaruhi oleh skala kegiatan, kesiapan data, kebutuhan survei, proses penyusunan kajian, serta hasil evaluasi dari instansi yang berwenang.
Karena itu, Andalalin sebaiknya mulai dipersiapkan saat data teknis proyek sudah cukup matang.
Berapa Lama Proses Andalalin?
Durasi pengurusan Andalalin perlu dilihat dari keseluruhan proses, bukan hanya waktu penyusunan dokumen.
Sebelum dokumen diajukan, konsultan perlu mempelajari rencana kegiatan, menentukan kebutuhan data, melakukan survei lalu lintas, mengolah hasil survei, menjalankan analisis, lalu menyusun rekomendasi penanganan dampak lalu lintas.
Setelah diajukan, dokumen masuk ke tahap evaluasi. Jika terdapat catatan atau perubahan yang diminta, dokumen perlu diperbaiki sebelum proses dilanjutkan.
Inilah alasan waktu penyelesaian Andalalin antara satu proyek dan proyek lainnya dapat berbeda.
Tahapan Proses Andalalin
Secara umum, pekerjaan Andalalin melewati beberapa tahap berikut.
1. Identifikasi Rencana Kegiatan
Tahap awal digunakan untuk memahami proyek yang akan dikaji.
Informasi yang diperiksa antara lain lokasi, jenis kegiatan, skala pembangunan, kapasitas, rencana operasional, site plan, serta akses keluar masuk kendaraan.
Dari informasi tersebut, kebutuhan kajian dan survei lapangan mulai ditentukan.
2. Persiapan Data Proyek
Data teknis dari pemilik proyek menjadi dasar penyusunan Andalalin.
Site plan menjadi salah satu data penting karena menunjukkan tata letak kawasan, posisi akses, sirkulasi internal, parkir, dan hubungan lokasi dengan jaringan jalan di sekitarnya.
Jika desain proyek masih sering berubah, proses analisis juga ikut terdampak.
3. Survei Lalu Lintas
Survei dilakukan untuk mendapatkan kondisi lalu lintas aktual di sekitar lokasi.
Jenis survei disesuaikan dengan kebutuhan kajian. Salah satunya adalah Traffic Counting untuk mencatat volume dan komposisi kendaraan pada titik pengamatan.
Data lapangan tersebut digunakan sebagai dasar analisis kondisi lalu lintas eksisting.
4. Pengolahan dan Analisis Data
Hasil survei kemudian direkap dan diolah.
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap kondisi jaringan jalan, bangkitan dan tarikan perjalanan, distribusi perjalanan, akses kendaraan, serta aspek transportasi lain yang berkaitan dengan kegiatan.
Analisis digunakan untuk melihat perubahan kondisi lalu lintas setelah kegiatan beroperasi.
5. Penyusunan Rekomendasi
Jika hasil analisis menunjukkan adanya dampak terhadap lalu lintas, perlu disusun langkah penanganannya.
Bentuk penanganan bergantung pada kondisi masing-masing proyek. Rekomendasi dapat berkaitan dengan pengaturan akses, sirkulasi kendaraan, manajemen lalu lintas, rambu, marka, maupun perlengkapan jalan.
Rekomendasi harus mengikuti hasil analisis, bukan dibuat sebagai daftar perlengkapan jalan yang sama untuk setiap proyek.
6. Penyusunan dan Pengajuan Dokumen Andalalin
Hasil survei, analisis, dan rekomendasi kemudian disusun menjadi dokumen Andalalin untuk diajukan melalui proses yang berlaku.
Pada tahap ini konsistensi antara data proyek, site plan, hasil analisis, dan rekomendasi perlu diperiksa sebelum dokumen masuk ke tahap evaluasi.
7. Evaluasi dan Perbaikan
Dokumen yang diajukan akan melalui proses evaluasi.
Jika terdapat catatan, konsultan melakukan perbaikan atau melengkapi bagian yang diperlukan. Waktu pada tahap ini bergantung pada substansi evaluasi dan kesiapan data pendukung.
Perubahan desain proyek pada tahap evaluasi juga dapat memengaruhi analisis yang sebelumnya telah dilakukan.
8. Persetujuan Andalalin
Setelah proses evaluasi dan penyempurnaan selesai sesuai ketentuan, proses berlanjut menuju penerbitan persetujuan hasil Analisis Dampak Lalu Lintas.
Pemilik kegiatan selanjutnya perlu memperhatikan rekomendasi dan komitmen yang tercantum dalam hasil Andalalin.
Apa yang Sering Membuat Proses Andalalin Lebih Lama?
Salah satu penyebabnya adalah data proyek yang belum final.
Misalnya, konsultan sudah melakukan analisis berdasarkan satu site plan, kemudian posisi akses atau kapasitas kegiatan berubah. Perubahan tersebut perlu diperiksa karena dapat memengaruhi pergerakan kendaraan dan hasil analisis.
Keterlambatan juga dapat terjadi ketika data pendukung belum lengkap, survei perlu dilengkapi, atau terdapat hasil evaluasi yang membutuhkan perubahan substansi dokumen.
Karena itu, koordinasi antara pemilik proyek, perencana, dan konsultan Andalalin berpengaruh terhadap jalannya pekerjaan.
Apa yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum Mengurus Andalalin?
Pemilik proyek sebaiknya menyiapkan data dasar sejak awal.
Data tersebut antara lain informasi lokasi, jenis kegiatan, site plan terbaru, luas atau kapasitas kegiatan, rencana operasional, akses kendaraan, serta data teknis lain yang berkaitan dengan pembangunan.
Semakin jelas data yang diberikan, semakin mudah tim menyusun kebutuhan survei dan analisis sejak awal pekerjaan.
Apakah Traffic Counting Mempengaruhi Waktu Penyusunan?
Traffic Counting merupakan bagian dari pengumpulan data lapangan pada banyak kajian lalu lintas.
Survei perlu dilakukan sesuai kebutuhan analisis agar data yang digunakan menggambarkan kondisi lalu lintas pada lokasi kajian.
Setelah survei selesai, data masih perlu diperiksa, direkap, dan diolah sebelum masuk ke proses analisis. Jadi waktu survei dan pengolahan data perlu diperhitungkan dalam jadwal penyusunan Andalalin.
Jangan Menunggu Proyek Mendekati Operasional
Andalalin yang baru dipersiapkan ketika proyek sudah mendekati tahap operasional dapat menyulitkan pemilik proyek jika hasil kajian membutuhkan penyesuaian akses atau pekerjaan fisik.
Lebih baik kebutuhan Andalalin diperiksa ketika desain proyek sudah cukup matang dan masih tersedia ruang untuk melakukan penyesuaian.
Dengan cara ini, rekomendasi lalu lintas dapat dipertimbangkan bersama kebutuhan teknis pembangunan.
Konsultasi Proses Andalalin
PT Adhiyaksa Jasa Mandiri menangani pekerjaan Analisis Dampak Lalu Lintas mulai dari survei lapangan, pengolahan data, analisis transportasi, penyusunan dokumen, hingga pendampingan proses Andalalin.
Sebelum pekerjaan dimulai, data dasar proyek dapat diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan kebutuhan kajian dan ruang lingkup pekerjaan yang sesuai.
Jika Anda sedang mempersiapkan pembangunan dan ingin mengetahui kebutuhan Andalalin proyek, hubungi PT Adhiyaksa Jasa Mandiri untuk konsultasi awal.



